1 Sep 2010

Natijah Ibadah


Diatas tikar sejadah aku merenung dalam , jauh kelubuk hati ini. Ditarik nafas, kurasakan senikmat-nikmat rasa dari nafas itu memenuhi paru-paru ku. Ilallah.... fikiran ku melayang memikiirkan kalam -kalam yang diucapkan malam tadi sesudah solat terawih.


Apakah natijah dari Ibadah yang kita lakukan ? Zikir yang kita alunkan pada lidah juga dalam qalbi atau pun sirr, Quran yang kita lalukan pada lidah, puasa yang meletihkan kita, solat yang memberikan ketenangan, terawikh, sedekah ...juga gerak kerja dakwah kita, kerja kita sehari -hari , makan minum kita, keluar masuk tandas nya kita, menaiki kenderaan ...berjalan kaki, makan... minum...tiap - tiap kerja yang kita lakukan sebagai ibadah...apa kah yang sepatutnya terhasil dari tiap-tiap pekerjaan yang kita niatkan sebagai ibadah itu ?


Aku teruskan zikir dalam lubuk hati..ALLAH, ALLAH, ALLAH...semakin ke dalam ia...persoalan menerawang..lantas terngiang-ngiang di telinga ku.



"......segala ibadah kita mesti menatijahkan KEHAMBAAN kepada KHALIK "


Allah tidak lah memandang sebanyak mana ibadah kita...namun sejauh mana dari ibadah yang kita lakukan itu menjadikan perasaan kehambaan kita semakin mendalam. Dengan ibadah kita tidak sekali kali kita merasakan kita yang lakukan, bahkan ia HADIAH dari ALLAH kepada hambaNYA walaupun kita yang mengusahakan. Diintai-intai , ditilik-tilik ..rugilah mereka yang hatinya merasakan selamat dengan ibadah-ibadah mereka...merasa bagus, merasa layak menghuni syurga dengan ibadah -ibadah . Rasa-rasa ini yang biasanya ibarat angin lalu dalam sanubari kita perlu dicantas kerana ia merosakkan kualiti ibadah kita sebenarnya.


Perasaan kehambaan yang semakin mendalam tercermin dengan rasa hina, lemah , fakir, tiada-apa-apa, merasakan ibadah yang kita buat untuk dihadiahkan kepada ALLAH sebagai tanda CINTA dan KESAN SYUKUR kepada-NYA adalah penuh dengan kekurangan dan cacat cela. Tidak layak pula merasakan memasuki syurgaNYA dengan ibdah yang sudahlah sedikit, penuh cacat cela ditambah pula dosa sepenuh bumi. Terdetik pula pada hati, pintu neraka manalah yang bakal kita masuki ?? Harap dan takut kita hanya kepadaNYA bukan pula bersendi amal ibadah yang kita buat.


Terasa lemahnya diri , pasrah dengan apa yang ditakdirkan ALLAH atas diri juga kehambaan yang mendalam . Kata Guru ku..Arifbillah Syekh Ibrahim Mohammad As Syatiri - redhalah kelakuan ALLAH atas dirimu . Bukanlah menafikan usaha, teruskan usaha bersungguh-sungguh namun segala hasil redha. Bukan mudah lakukan ini kerana ia menyakitkan nafsu dan mencabar akal yang tiadk mahu tunduk.


Kamu merasa malu dengan NYA berseorangan dan bersama orang ramai ..hatimu sentiasa bersamaNYA. tidak luput IA dari batin mu. Ini juga sukar dilakukan ..bahkan memerlukan mujahadah dan kesungguhan .


Saat kamu ditimpa musisbah , yang merenggut nafsu dan akalmu ...keresahan diri dan keluh kesah sentiasa sebabkan dirimu bersangak buruk kepada ALLAH. Ini juga ujian sebenar bagaimana kamu zahirkan rasa kehambaan kepada ALLAH dan redha kelakuan ALLAh atas diri mu. Sebenarnya semua itu tanda kasih sayangNYA kepadamu.. Saat kamu mendapat nikmatNYA terkadang kamu ingatNYA terkadang terus luput IA dari batinmu. Maka ditebarkan musibah menarik semula dirimu yang lalai dan leka kepangkuan NYA yang bukti ALLAH mencitai diri mu. Hanyasa , diri ini yang buta dan keras hati tidak merasakan panasnya cinta kasih ALLAH yang mengalir kepada kita.


Bukanlah mudah untuk tetap hati kepada-NYA, tidak berbolak hati saat musibah menimpa....namun setiap orang dengan kadar masing -masing , jadikanlah kisah para-para NABI sebagai contoh bukti tekad hati mereka , jujurnya kehambaan kepada ALLAH swt. Leburkan ego dan keakuan diri , dan tinggallah hanya DIA yang berkuasa. Kehalusan kehambaan seperti ini ...tinggi nilainya disisi ALLAH. hatilah tempat ALLAH menilik setiap hamba. Disitulah bersarangnya KEIKHLASAN , bukanlah pada ukuran zahir dan pakaian...


Saat itulah, segala-gala kelebihan yang kita lihat...menatijahkan kehambaan kepadaNYA semata-mata...


lailaha......nafas yang dipendam ku lepas....... lalu ku lafazkan ..astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah ...walahaulawala quwwataillah billah....


Semoga ALLAH menitipkan rasa KEHAMBAAN yang halus-halus itu dalam hatiku .....

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...